Pages

terjemahan

Wednesday 10 October 2012

TA’AJJUB


A.    Pengertian Ta’ajjub.
هو استعظا م زيا دة في وصف الفا عل خفي سببها
Ta’ajub adalah Memperbesar kelebihan pada sifat fa’il yang penyebabnya masih samar.
التعجب هو عبا رة  اسلوب الشخص عند ماىر رىد أن يعبر عن شعو ره بعظمة شي رآه وشا هدهُ ، ولكن يظهر مدى إعجابه فيستعمل اسلوباً معيّناً ويسمى بأسلوب ااتعجب
Ta’jub adalah suatu ungkapan yang digunakan yang khusus ketika kita ingin menggambarkan tentang perasaan, membesarkan sesuatu yang dilihat dan disaksikan.

Ta’ajub Mempunyai dua bentuk Wazan, yaitu  ما اَ فْعَلَ  + اَفْعِل  به.
B.     Rukun ta’ajjub.
Rukun Ta’ajjub terbagi menjadi tiga macam yaitu :
1.      ما التعجب.
2.      فعل التعجب.
3.      مؤ التعجب  منه
C.     Syarat ta’ajjub
Syarat ta’ajjub ada tiga macam yaitu:
1.      Harus menyandar antara  ما التعجب dengan “ فعل التعجب”.
2.      harus berupa  فعل الثلاثي.
3.      Asal pokok مؤ التعجب منه   wajib معر فة , ilatnya فعل الثلاثي    faa idah.
D.    Pembagian فعل التعجب
Pembagian  فعل التعجبada dua yaitu :
1.      التعجب ذاتي yaitu bilamana التعجب    mengikuti wazan ما اَ فْعَلَ    dan   اَفْعِل  به
Contoh ما اَ فْعَلَ  :
 زَيْدًا  ما اَ فْعَلَ  =  Alangkah cekatannya si zaid.
ما اَحْسَنَ زَيْدًا  = Alangkah baiknya si Zaid.
 ماadalah مبتدأ bermakna شئ (sesuatu) yang besar, dan  اَفْعَلadalah فِعِل ماض sedangkan  فاعلadalahضمير .
Contoh اَفْعِل + به  :
اَفْعِل بِزَ يْدِا  = Alangkah celakatannya si zaid.
أَحْسِنْ بِزَيْدِا  = Alangkah baiknya si zaid.
أَكْرِمْ بِهِ = Alangkah mulianya dia.
اَفْعلِ  adalah فاعل  yang berbentuk امر  tetapi maknanya adalah التعجب  dan didalamnya tidak mengandung ضمير

2.      التعجب ارضي yaitu التعجب yang keluar dari wazanفَعَلَ   dipindahkan ke wazan   فَعُلَ.
E.     Kaidah-kaidah dalam Ta’ajjub
Kaidah-kaidah yang digunakan dalam Fa’il Ta’ajjub yaitu :
1.      Bilamana akan menjadikan فعل التعجب samakan saja kepada wazan ما اَفْعَل
Contoh :
ما أفعل زيدا = Alangkah baiknya si zaid.
 مَا افْضَلَهَ وَ مَا اعْلَمَهَ  = Alangkah utamanya dia dan alangkah alimnya dia
 ماadalah  مبتدأ bermakna sesuatu , dan  اَ فْعَلَ  adalah fi’il madhi ( الثلاثي المجرَد ), sedangkan فاعل -nya adalah  ضمير مستتر,  sedangkan yang kembali kepada ما  dan isim yg dinashabkan ialah  مؤ التعجب منهyang berkedudukan sebagaiمفعول به  , sedangkan jumlah semuanya merupakan  خبرdari ما.
2.      samakan saja kepada wazan اَفْعِل  به , setelah kalimat yang dijarkan oleh  باziyadah.
Contoh :
 اَفْعِل بِزَ يْد  = Alangkah baiknya si zaid.
 أَكْرِمْ بِهِ  = Alangkah mulianya dia
Lafaz اَفْعِل  adalah  فعلyang lafaznya berbentuk امر tetapi maknanya adalah التعجب  (bukan perintah), dan di dalamnya tidak mengandung  ضمير. Sedangkan   فا عل-nya adalah با Ziyadah.
Bentuk asal kalimah اَحْسِنْ بزَيْدِ ialahاَحْسَنَ زَيدًا  (Si Zaed menjadi orang yg baik) kemudian bentuknya diubah menjadi bentuk amar, maka dianggap tidak baik bila secara langsung disandarkan kepada اسم ضمير , untuk itulah maka ditambahkan huruf  با pada فاعل.
3.      Kalimat yang menyandar kepada فعل التعجب  wazanما اَفْعَلَ  maka harus dinashabkan. Contoh  ما اَحْسَنَ زَيْدًا .
Adapun kalimah yang menyandar kepadaفعل التعجب  wazan اَفْعِلْ, maka kalimat itu jar-kan olehبا    حرف جرzaidah.
Contoh  : أَحْسِنْ بِزَيْدِا  Alangkah baiknya si zaid
4.      Adapun perkara فعل التعجب  , ketikaفعل  Itu apabila ada dalil boleh dibuang, masih ditetapkan فعل التعجب .
5.      Adapun perkaraفعل التعجب , baik wazanاَفْعَلَ  ataupun wazanاَفْعِلْ , maka فعل itu dicegah keduanya dari التصريف ( tidak bisa di tashrif ), meskipun mulanya menerima التصر يف.
6.      Syarat-syarat Apabila hendak membuat فعل التعجب terdapat tujuh macam hal yaitu :
1.      Harus فعل ثلاثي.
2.      Harus menerima التصر يف.
3.      Harus ada makna فعل  itu yang menerima pada saling melebihkan.
4.      فعل  harus تم  فعل  .
5.       فعل jangan  منف(negatif).
6.      Tidak boleh فعل  yang mempunyai shegat sama kepada wazanاَفْعَلَ .
7.      Dan فعل  tidak  boleh yang  مجحل(pasif).
Contoh  فعل التعجب yang memenuhi persyaratan seperti ini :
ما اَحْسَنَ زَيْدًا  = Alangkah baiknya si zaid
Bilamana terdapat فعل  kosong dari sebagian syarat, maka فعل التعجب  itu apabila dijadikan  gantikan saja oleh lafadh  أَكْرِمْ  atau lafadh  اَكْرَم. Kemudian dijadikan .مسدر 7. فعل  yang kosong dari setengahnya syarat itu,bacanya harus “Dinashabkan”.
Contoh زَيْدًا  ما اَ فْعَلَ    atau اَفْعِلْ  بِزَيْدِاLafadh اَفْعِل wajib dijarkan olehبا  zaidah مسدر  itu.
8.      Bilamana ada  فعلkosong dari sebagian syarat, tetapi tetap dijadikan فعل التعجب, tapi tidak digantikan oleh lafadh أسْعَدَtidak digantikan oleh lafadh أسْعِدِّ dan tidak digantikan oleh lafadh “Syibahahnya”, maka فعل itu hukumnya “Langka”, tegasnya “Samaa’i”, jangan diqiyaskan.
9.      Adapun perkara  مؤ مل ما فعل التعجب , maka فعل  itu tidak boleh didahulukan,
 Contohnya yaitu :
1.      ما اَحْسَنَ زَيْدًا  tidak boleh dibaca “اَحْسَنَ ما زَيْدًا”,
2.       أحسِنْ بزيدٍ  tidak boleh dibaca بزَيْدِا اَحْسِنْ  Ilatnya “Liannaha min adawaatil ibtida-i”.
10.   Adapun perkara فعل التعجب  dengan  مؤ مل  dipisah olehحرفى الجر , atau ظرف (keterangan waktu atau tempat), maka فعل  itu hukumnya Menurut sebagian ulama’ “Jamaatu Nahwiyyin” serta Imam Ajjurumie, boleh dipisah dengan atau ور) ظرف   .(الجر مجرMenurut sebagian lagi tidak boleh, yaitu menurut Imam Akhfasy dan Imam Mubarrod.
Contohnya adalah :ما اَحْسَنَ هَذَا لِغَاحَاAduh alangkah bagusnya pada waktu susah menemui kekasih( Adapun ilatnya kenapa boleh dipisah dengan ظرف dan الجر مجرور   Karena sesungguhnya dhorof dan jar-majrur tidak dihitung sebagai yang memisahkan.

Wednesday 26 September 2012

LINGUISTIK


Pengertian dan Definisi Linguistik Menurut Para Ahli
Linguistik merupakan dasar dalam mempelajari keahlian berbahasa. Sedangkan manfaat dari linguistik antara lain dapat membantu dalam menyelesaikan dan melaksanakan tugas, penting bagi guru bahasa dan guru studi, dapat menterjemahkan suatu bahasa ke bahasa lain, dapat digunakan untuk menyusun kamus, serta bisa digunakan untuk menuntun buku pelajaran.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi linguistik menurut para ahli:
1.      BLOOMFIELD (1933: 20-34)
Linguistik adalah sain (science), seperti halnya fisika dan kimia adalah sain.
2.       COMSKY
Linguistik adalah sebuah generatif yang bersifat mentalistik karena tujuan utamanya adalah menjelaskan hakekat competence, dan bukan performance.
3.      HJLEMSLEV
Linguistik adalah sebuah contoh metasemiotika (telaah tentang bahasa yang juga adalah bahasa itu sendiri)
4.      BENVENISTE
Linguistik adalah perbedaan antara dimensi-simensi semiotik dan semantik pada bahasa
5.      NEWMARK
Lingusitik adalah ide dasar yang ada di dalam teks yang bersangkutan. Bisa dikatakan bahwa makna ini tidak berbeda jauh dari serangkaian makna leksikal.
6.      MARTINET (1987: 19)
Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya
7.      MATTHEWS
Linguistik didefinisikan sebagai ilmu bahasa atau studi ilmiah mengenai bahasa
8.      HARIMUTI KRIDALAKSANA
Linguistik merupakan ilmu tentang tata bahasa
9.      DUBOIS, JEAN
Linguistik merupakan kajian ilmiah tentang bahasa

SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK.

Ilmu linguistik dapat dibagi menjadi 2 yaitu linguistik tradisional dan linguistik strukturals. Inguistik tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantic, sedangkan linguistic strukturais mengkaji berdasarkan struktur atau cirri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu.
Linguistic tradisional dibagi menjadi 5 dekade dimana setiap periode tersebut mempunyai perbedaan atau ciri yang khas. Pertama pada abad 5 sebelum masehi hingga abad 2 M terdapat teori linguistic zaman Yunani. Masalah yang sering dibahas yaitu pertentangan antara fisis dan nomos serrta pertentangan antara anomali dengan analogi.
Sesudah zaman Yunani muncul kaum Sophis yang kemudian disusul oleh teori Plato. Kaum Sophis lebih menekankan pengklarifisian bentuk kalimat, ia membagi kalimat menjadi kalimat tanya, perintah, jawab, narasi,laporan, doa dan undangan. Plato merupakan orang yang pertama membedakan kata dalam onoma dan rhema. Aristoteles yang merupakan murid dari Plato tak mau ketinggalan, ia menambah teori dari guruya dengan menambah satu kelas lagi yaitu syndesmci.
Sesudah itu muncul kaum Stoik yang diperkirakan beredar abad 4 SM, dimana mereka lebis spesifik lagi dalam membagi jenis kata dan membedakan kata kerja. Selain keempat periode tersebut masih terdapat satu teori lagi yang dipopolerkan oleh kaum Alexandrian yang menganut paham analogi dalam studi bahasa. Pada linguistic tradisional itu sendiri selain zaman Yunani juga ada zaman pertengahan, zaman Romawi, zaman Renaisans, dan menjelang lahirnya linguistic modern.
Linguistic strukturalis lebih berusaha mendeskripsikan suatu bahasa berdasarkan ciri atau sifat yang dimiliki bahasa itu. Ferdinand de Saussure merupakan Bapak linguistic modern. Ia telah menelaah sinkronik dan diakronik, langue dan parole, significant dan signifie serta hbungan sintagmatik dan paradigmatic. Pada tahun 1926 terdapat aliran Praha yang membedakan fonetik dan fonologi.
Di Denmark lahir sebuah aliran Glosematik yang Analisis bahasa dimulai dari wacana keudian ujaran itu dianalisis atas konstituen yang mempunyai hubungan paradigmatic dalam rangka forma, substansi, ungkapan, dan isi. Tak mau kalah di London juga mempopulerkan aliran Firthian atau bisa disebut dengan aliran prosodi yaitu suatu cara untuk menentukan arti pada tatanan fonetis.murid dari Firth yang bernama M.A.K Halliday mengembangkan teori gurunya mengenai bahasa, khususnya yang berkenaan dengan segi kemasyarakatan bahasa.
Pada tahun 1877-1949 oleh Leonard Bloomfield diperkenalkan aliran strukturalis Amerika, strukturalis ini lebih komplek karena dapat dimasukkan ke semua aliran linguistic. Terkhir muncul aliran tagmemik arti tagmem disini ialah korelasi antara fungsi gramatikal atau slot sebagai sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan untuk mengisi slot tersebut.